Menemukan Ilmu di Balik Angka Gizi: Pengalaman Nyata Mahasiswa Kimia PKL di UPT Labkesda Jawa Timur
Oleh: Handini Zahrah Firdausi, Mahasiswa Program Studi S-1 Kimia, Universitas Negeri Surabaya
Di
tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan
kandungan gizi dalam pangan, keberadaan lembaga pengujian seperti UPT Laboratorium Kesehatan
Daerah (Labkesda) Jawa Timur menjadi sangat penting. Salah
satunya adalah laboratorium pangan, yang bertugas melakukan analisis
terhadap zat gizi dalam bahan atau produk makanan. Pengujian ini mencakup
parameter seperti kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, gula reduksi,
vitamin C, serta mineral. Layanan ini mendukung upaya pemerintah dan pelaku
industri dalam menjamin keamanan serta mutu pangan yang beredar di pasaran.
Sebagai mahasiswa S-1 Kimia yang
berkesempatan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di laboratorium ini,
penulis menyaksikan secara langsung bagaimana prosedur berlangsung dengan
teliti dan terstruktur. Setiap sampel yang dianalisis diproses secara
sistematis, mulai dari tahap preparasi hingga pelaporan hasil. Pengalaman ini
memberikan pemahaman bahwa di balik satu baris informasi nilai gizi pada label
makanan, terdapat rangkaian kerja ilmiah yang menuntut ketelitian, kecermatan,
dan tanggung jawab yang tinggi. Dunia laboratorium bukan sekadar ruang
pengujian, melainkan bagian penting dalam upaya perlindungan konsumen.
Menariknya, UPT Labkesda Jawa
Timur tidak hanya melayani institusi pemerintahan, tetapi juga terbuka untuk masyarakat
umum yang membutuhkan jasa pengujian pangan. Hal ini menunjukkan pentingnya
kolaborasi antara lembaga teknis, akademisi, dan masyarakat luas dalam
membangun sistem keamanan pangan. Namun demikian, penting juga untuk mendorong
peningkatan literasi publik terhadap makna di balik angka-angka gizi tersebut
agar masyarakat tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga memahami
dampaknya terhadap kesehatan mereka.
“Melalui pengalaman ini, saya tidak hanya belajar tentang metode analisis pangan, tetapi juga tentang peran nyata ilmu kimia dalam menjawab kebutuhan masyarakat” ujar mahasiswa S-1 Kimia yang sedang melaksanakan PKL di UPT Labkesda Jawa Timur. UPT Labkesda Jawa Timur memberi gambaran nyata bahwa penguasaan teori di bangku kuliah harus diimbangi dengan pemahaman lapangan. Sebab pada akhirnya, ilmu pengetahuan seharusnya hadir untuk memberi manfaat, bukan hanya untuk dipelajari.
Tak hanya terlibat di laboratorium kimia
pangan saja, penulis juga terlibat dalam laboratorium kimia lingkungan. khususnya dalam
analisis kualitas air. Meskipun masih berada pada tahap tahap running, keterlibatan ini membuka wawasan baru
mengenai pentingnya pemantauan lingkungan secara kimiawi seperti kadar logam
berat serta parameter kimia lain yang berkaitan dengan standar kualitas air
bersih. Proses analisis ini meski belum sepenuhnya rutin dilakukan oleh
mahasiswa, tetap menjadi bagian penting dari pembelajaran langsung di lapangan,
karena menunjukkan bahwa kompetensi seorang kimiawan tidak hanya terbatas pada
satu bidang saja. Peran kimia lingkungan yang dijalankan ini mencerminkan
cakupan luas dari ilmu kimia dalam menjaga kualitas hidup manusia, baik melalui
pangan yang aman maupun lingkungan yang sehat.
Keberadaan UPT Labkesda Jawa Timur,
khususnya melalui laboratorium pangannya, memegang peran strategis dalam
menjamin mutu dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Tak sekadar
sebagai tempat pengujian, laboratorium ini menjadi pilar penting dalam sistem
perlindungan konsumen dan kesehatan masyarakat. Dengan layanan pengujian yang
akurat dan profesional, UPT Labkesda turut mendukung pengambilan keputusan
berbasis data dalam pengawasan pangan. Pengalaman belajar di lingkungan
laboratorium ini memberikan kesadaran bahwa sains memiliki peran nyata di balik
layar kehidupan sehari-hari dan UPT Labkesda adalah salah satu wujud nyatanya.
S-1 Kimia: S1 KIMIA FMIPA UNESA
S-2 Kimia: https://s2kimia.fmipa.unesa.ac.id/
Komentar
Posting Komentar